Cerita lorong bawah tanah di rumah sakit lawang
---
*"Lorong Bawah Tanah di Rumah Sakit Lawang"*
Di sebuah kota kecil di Jawa Timur, berdiri sebuah rumah sakit tua bernama Rumah Sakit Lawang. Dibangun pada masa kolonial Belanda, rumah sakit ini dulunya digunakan sebagai tempat perawatan tentara dan tahanan perang. Namun, yang tak banyak diketahui orang adalah keberadaan lorong bawah tanah yang menghubungkan ruang-ruang tersembunyi di bawah bangunan utama.
Pada tahun 2004, seorang petugas kebersihan bernama Pak Darto menemukan pintu besi tua di balik lemari arsip yang jarang dibuka. Penasaran, ia membuka pintu itu dan menemukan tangga menurun ke lorong gelap. Ia turun dengan senter kecil, dan di sanalah semuanya berubah.
Pak Darto tidak kembali ke atas selama lebih dari dua jam. Ketika akhirnya ia muncul, wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, dan ia tidak bisa berbicara sepatah kata pun. Ia hanya menunjuk ke arah lorong dan berbisik, “Mereka masih di sana…”
Sejak saat itu, Pak Darto tidak pernah kembali bekerja. Ia mengurung diri di rumah, dan beberapa bulan kemudian dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, sebelum meninggal, ia sempat menulis catatan yang ditemukan di bawah bantalnya:
> “Aku melihat mereka. Pasien-pasien tanpa wajah. Mereka berjalan tanpa suara, tapi aku bisa mendengar jeritan mereka di dalam kepalaku. Mereka tidak tahu bahwa mereka sudah mati.”
Setelah kejadian itu, pihak rumah sakit menutup kembali pintu besi tersebut dan melarang siapa pun mendekatinya. Namun, para perawat malam sering melaporkan suara langkah kaki dari bawah lantai, dan kadang terdengar suara tangisan lirih dari balik dinding.
---
Cerita ini masih menjadi buah bibir di kalangan warga sekitar. Apakah lorong itu benar-benar dihuni oleh arwah penasaran? Atau hanya imajinasi seseorang yang terlalu lama bekerja sendirian di malam hari?
Kalau kamu suka cerita seperti ini, aku bisa ceritakan kisah nyata lainnya—dari Jepang, Amerika, atau tempat lain. Mau lanjut?
Komentar
Posting Komentar